SERANG| DINAMIKA BANTEN — Gubernur Banten Andra Soni melakukan monitoring pelaksanaan Program Sekolah Gratis dan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Nurul Huda Baros, Kabupaten Serang, Senin (20/7/2026). Kedatangan Andra Soni disambut antusias oleh para siswa, guru, dan masyarakat sekitar lingkungan sekolah.
Suasana semakin meriah ketika para siswa meneriakkan yel-yel, “Program Sekolah Gratis, Kita Semua Bisa Sekolah!” sebagai bentuk dukungan sekaligus ungkapan syukur atas program yang telah membuka akses pendidikan bagi lebih banyak anak di Banten.
Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni berinteraksi langsung dengan para siswa dan memberikan motivasi agar mereka memanfaatkan kesempatan bersekolah dengan sebaik-baiknya.
“Tanggung jawab kalian adalah belajar dengan baik untuk meraih cita-cita kalian,” pesan Andra Soni.
Selanjutnya, Andra Soni juga mengingatkan pentingnya membangun karakter selama menempuh pendidikan. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh sikap dan akhlak yang baik.
“Hormati guru dan sayangi teman,” lanjutnya.
Selain berdialog dengan siswa, Andra Soni juga meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memastikan Program Sekolah Gratis berjalan sesuai tujuan, yakni memberikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat tanpa terkendala biaya.
Monitoring ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk memastikan berbagai program prioritas di bidang pendidikan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui Program Sekolah Gratis, Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya memperluas kesempatan belajar bagi seluruh anak di Banten, sementara Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mendukung kesehatan dan konsentrasi siswa selama mengikuti proses pembelajaran.
Redaksi







More Stories
33 Peserta Terbaik OMI Kota Serang Resmi Melaju ke Tingkat Provinsi Banten
Prestasi Gemilang, Dua Siswi MTsN 1 Serang Lolos ke Tingkat Provinsi dalam Ajang OMI 2026
BOS Rp1,1 Juta Masih Kurang? MTsN 1 Kota Serang Patok Rp3,5 Juta per Siswa, APH Didesak Turun Tangan