​PANDEGLANG| DINAMIKA BANTEN.ID — Akses mobilitas warga di Kampung Rancadage, Desa Kramatjaya, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, kini memasuki babak baru. Selama bertahun-tahun, aliran sungai yang membelah kawasan tersebut menjadi tantangan berat yang harus dihadapi masyarakat setempat demi menjalankan aktivitas sehari-hari.
​Sebelum fasilitas penyeberangan dibangun, warga tidak memiliki pilihan lain selain menyeberangi derasnya sungai untuk mencapai area persawahan dan perkebunan. Jalur ini merupakan satu-satunya rute vital yang diandalkan masyarakat untuk mengolah lahan pertanian mereka.
​Situasi akan berubah menjadi semakin sulit dan membahayakan keselamatan saat curah hujan meningkat. Luapan air sungai acap kali menutup akses jalan utama yang biasa dilalui oleh warga penyeberang.
​Meski harus berhadapan dengan risiko keselamatan yang tinggi, warga terpaksa tetap menerjang arus sungai demi menyambung hidup. Kebutuhan untuk bekerja, mengolah sawah, dan menghidupi keluarga menjadi alasan utama mereka bertahan di tengah keterbatasan sarana infrastruktur.
​Salah seorang warga lokal mengungkapkan bahwa dirinya harus mempertaruhkan keselamatan setiap kali hendak menggarap lahan pertanian saat musim penghujan tiba. Ia menyebutkan bahwa luapan banjir kerap membuat aktivitas pertanian lumpuh total karena akses jalan yang terputus.
​”Sebelum ada jembatan, Pak, saya sering ngelewat kali ini ke sawah, ke kebun. Kadang-kadang musim hujan itu banjir. Banjir sangat kesusahan saya itu,” kata warga tersebut saat mengenang sulitnya akses mobilitas di kampungnya.
​Kini, titik terang pembangunan mulai dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat Rancadage. Berdirinya infrastruktur penyeberangan yang kokoh telah mengubah wajah transportasi lokal menjadi jauh lebih aman dan efisien.

​Perubahan positif ini terwujud sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah pelosok. Jajaran TNI, khususnya dari Grup 1 Kopassus, turun langsung ke lapangan untuk membantu proses eksekusi fisik di kawasan tersebut.
​Melalui sinergi dan semangat gotong royong yang kuat antara personel TNI, pemerintah daerah, dan warga setempat, pembangunan Jembatan Merah Putih akhirnya berhasil diselesaikan dengan baik.
​Kepala Desa Kramatjaya menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi lintas sektor yang berhasil menjawab aspirasi warganya. Rasa syukur yang sama juga dipancarkan warga setempat yang kini dapat melintasi sungai dengan tenang tanpa perlu khawatir tertahan luapan banjir. (Adg)





More Stories
Gubernur Banten Andra Soni Komitmen Terus Dampingi Keluarga Korban Jurnalis dan ABK yang Hilang
Dedikasi Grup 1 Kopassus: Bangun Jembatan Gantung, Sulap Jalur Bahaya Jadi Akses Aman Warga Anyer
Hari Keenam Pencarian, Gubernur Banten Andra Soni Minta Operasi SAR Dipertimbangkan untuk Diperpanjang