Dinamika Banten

Sajian Berita Terkini & Terpercaya

Kepala Kelurahan Unyur, Nana Heryatna (tengah) saat mengintrogasi pelaku pembuang sampah di jalur Frontage BIP, Unyur, Kota Serang.

Kepala Kelurahan Unyur, Nana Heryatna (tengah) saat mengintrogasi pelaku pembuang sampah di jalur Frontage BIP, Unyur, Kota Serang.

Terancam Pidana Penjara, Dua Orang Pelaku Pembuang Sampah di Jalur Frontage BIP Kota Serang

Kepala Kelurahan Unyur, Nana Heryatna (tengah) saat mengintrogasi pelaku pembuang sampah di jalur Frontage BIP, Unyur, Kota Serang.

KOTA SERANG | DINAMIKABANTEN.ID — Satgas Penanganan Sampah berhasil menangkap dua orang pelaku pembuang sampah sembarangan di sepanjang jalur Frontage Banten Indah Permai, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Jumat dini hari 26 Desember 2026.

Usai ditangkap, dari video singkat yang beredar lewat perpesanan grup WhatsApp dua pelaku dengan masing-masing berinisial R dan A mengakui sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya.

Keduanya berjanji tidak akan kembali membuang sampah di lingkungan kelurahan Unyur secara sembarangan.

 “Jadi ini ada dua orang buang sampah sembarangan,” kata Kepala Kelurahan Unyur, Nana Heryatna didampingi Tim Satgas Penanganan Sampah, Kelurahan Unyur Kota Serang.

Lebih lanjut, Nana menegaskan bahwa kejadian ini merupakan peringatan terakhir. Jika kedapatan melakukan perbuatan yang sama, pihaknya tidak mentolerir dan akan ditindak secara tegas. 

“Jadi ini peringatan terakhir. Besok tidak ada maaf lagi. Karena membuang sampah sembarangan itu ada pidananya. Pidana penjara,” tegasnya. 

Untuk diketahui bahwa status tempat tinggal kedua pelaku ternyata masih mengontrak, sehingga Nana menyarankan agar melapor kepada Ketua RT setempat supaya didata. 

“Buang sampahnya lapor ke Pak RT, untuk iuran dan semacamnya (RT setempat akan mengarahkan-red),” tukasnya.

Sebagai bentuk sanksi, Nana juga meminta keduanya bertugas menjaga jalur Frontage pada malam hari.  

“Besok malam disini, sebagai dendanya kamu ngeronda puter-puter jalan sini,” pinta Nana.

Ade Gunawan