Dinamika Banten

Sajian Berita Terkini & Terpercaya

Tingkatkan Kedisiplinan, SMKN 1 Kramatwatu Optimalkan Kinerja Guru Lewat Sistem Poin

SERANG | DINAMIKABANTEN.ID – SMKN 1 Kramatwatu terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui optimalisasi peran guru sebagai tenaga pendidik. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menerapkan sistem skor poin kinerja bagi seluruh tenaga pengajar.

​Sistem ini diberlakukan secara objektif sebagai instrumen pemberian reward (penghargaan) dan punishment (sanksi) guna memotivasi para guru dalam menjalankan tugasnya secara maksimal.

​Guru yang mampu menjalankan kewajibannya secara optimal tanpa adanya pelanggaran akan menerima hak tunjangan kinerja secara utuh. Sebaliknya, bagi guru yang mengantongi banyak catatan pengurangan poin, akan dikenakan sanksi berupa pemotongan tunjangan serta catatan khusus langsung dari Kepala Sekolah.

Enam Bulan Berjalan, Hasil Memuaskan

​Kepala SMKN 1 Kramatwatu, Hikmatulloh, mengungkapkan bahwa inovasi sistem poin kinerja ini telah diimplementasikan selama setengah tahun terakhir dan menunjukkan dampak yang sangat positif terhadap etos kerja di lingkungan sekolah.

​”Sistem penggunaan poin kinerja sudah berjalan enam bulan. Dan hasilnya cukup memuaskan. Hampir semua guru mampu menyelaraskan program ini dengan baik. Dari 100 poin yang kita tetapkan di awal, rata-rata di akhir bulan tidak sampai di bawah 80 poin. Itu menandakan semua pegawai di sini bisa bekerja sama sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing,” ujar Hikmatulloh saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Indikator Penilaian dan Asas Keadilan

​Lebih lanjut, Hikmatulloh menjelaskan bahwa ada beberapa indikator utama yang menjadi parameter penilaian dalam sistem poin ini, di antaranya:

  • ​Kehadiran (absensi) di sekolah.
  • ​Kedisiplinan waktu saat memasuki jam mengajar di kelas.
  • ​Etika dan kepatuhan terhadap kode etik sebagai tenaga pendidik.

​Penerapan sistem ini, menurut Hikmatulloh, didasari oleh semangat keadilan di lingkungan sekolah. Jika siswa dituntut untuk disiplin, maka para pendidik pun harus memberikan teladan yang sama.

​”Langkah ini sengaja saya terapkan sebagai bentuk keadilan saja. Jika selama ini kita sering memberikan evaluasi terhadap pelanggaran-pelanggaran siswa, maka sebagai manusia biasa tentu para pendidik dan tenaga kependidikan juga harus mendapat pengawasan yang sama agar semuanya berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya berharap.

​Dengan keberhasilan evaluasi ini, SMKN 1 Kramatwatu berharap dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan demi mencetak generasi lulusan yang unggul dan berkarakter.

Ade Gunawan