SERANG | DINAMIKABANTEN.ID – Pihak Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang bergerak cepat merespons keluhan pasien terkait kondisi air yang sempat dinilai kotor dan berbau di ruang rawat inap.
Direktur RSUD Kota Serang dr. H. Ahmad Humariadi, MARS, menyatakan bahwa sesaat setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan tindakan eksekusi di lapangan dengan menguras dan membersihkan seluruh fasilitas penampungan air. Saat ini, kondisi aliran air di lingkungan rumah sakit dipastikan sudah kembali normal dan bersih.
”Alhamdulillah, terima kasih atas laporannya. Setelah saya mendapatkan laporan tersebut, langsung saya eksekusi. Kita langsung melakukan pembersihan di sumber-sumber air, di tandon (toren), dan pada filternya. Alhamdulillah airnya sudah bisa kembali normal dan bisa dicek sekarang,” ujarnya didampingi drg. Ii Puji, Kabid Penunjang dan Ace Senadria, Kasi Sarpras RSUD Kota Serang saat memberikan klarifikasi kepada Dinamikabanten.id, Kamis, 25 Juni 2026.
Jamin Aman untuk MCK dan Sesuai Standar
Ia menjelaskan bahwa sumber air utama yang digunakan RSUD Kota Serang saat ini masih memanfaatkan air tanah. Mengingat lokasi rumah sakit yang dulunya merupakan kawasan persawahan dan berdekatan dengan sawah aktif, faktor alam seperti intensitas hujan tinggi terkadang memengaruhi kondisi air tanah di sekitar lingkungan tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit telah memitigasi hal tersebut dengan memasang sistem filterisasi ganda guna mengendapkan lumpur, sehingga air yang mengalir ke ruangan tetap terjaga kualitasnya.
”Standar untuk MCK (Mandi, Cuci, Kakus) itu aman dan tidak menimbulkan penyakit kulit karena sudah melalui proses filterisasi. Fasilitas kita sebenarnya sudah standar, menggunakan penampung (ground tank) sehingga lumpur mengendap dan tidak masuk ke tandon atas. Kemarin itu murni karena faktor alam yang tidak bisa diprediksi dan memang sudah waktunya jadwal pembersihan berkala,” tambahnya.
Ia juga menambahkan bahwa penanganan air untuk kebutuhan medis khusus memiliki standardisasi yang jauh lebih ketat. “Untuk tempat-tempat tertentu seperti ruang operasi bedah, sistem filternya berbeda lagi dengan filter untuk air mandi. Semua sudah disesuaikan dengan standar kesehatan,” jelasnya.
Rencana Beralih ke Layanan PDAM Tahun Ini
Sebagai solusi jangka panjang agar permasalahan serupa tidak terulang kembali, manajemen RSUD Kota Serang tengah berproses untuk mengalihkan pemenuhan sumber air bersih secara total ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Serang.
Langkah ini diambil guna menghindari risiko kontaminasi lingkungan atau perubahan cuaca yang kerap memengaruhi kualitas air tanah.
”Mohon doanya, di tahun ini kita sudah berproses untuk melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan PDAM Kota Serang. Ke depan, sumber air kita tidak lagi menggunakan air tanah, melainkan langsung dari PDAM, sehingga kualitasnya tidak akan terkontaminasi oleh hujan atau lingkungan sekitar,” ungkap Direktur RSUD.
Pihak RSUD juga memastikan bahwa jaringan pipa utama milik PDAM saat ini sudah menjangkau area rumah sakit, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sejak rumah sakit ini dibangun pada 2017 lalu.
”Saya sudah berkomunikasi langsung dengan Direktur PDAM, dan insyaallah kapasitasnya siap men-cover kebutuhan rumah sakit. Di masa kepemimpinan saya sebagai Direktur, pembenahan fasilitas mendasar seperti ketersediaan air bersih ini menjadi salah satu prioritas utama yang sangat kami perhatikan,” pungkasnya.
Ade Gunawan







More Stories
Cegah Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa, Pemprov Banten Perkuat Koordinasi dengan KPK
Respons Keluhan Warga, Gubernur Andra Soni Awasi Langsung Normalisasi Sungai Cibanten
Andra Soni Paparkan Strategi Efisiensi Anggaran dan Reformasi Tata Kelola kepada Peneliti IPDN