Dinamika Banten

Sajian Berita Terkini & Terpercaya

Dedikasi Grup 1 Kopassus: Bangun Jembatan Gantung, Sulap Jalur Bahaya Jadi Akses Aman Warga Anyer

KABAR SERANG | DINAMIKABANTEN.ID — Puluhan tahun hidup dalam rasa cemas saat hendak menyeberangi sungai kini tak lagi dirasakan oleh warga Kampung Bengras, Desa Sindang Mandi, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Hadirnya Jembatan Gantung Perintis Garuda memutus keterisolasian wilayah yang selama ini menghambat mobilitas harian mereka.

​Sebelum jembatan permanen ini berdiri, bentangan bambu ala kadarnya menjadi satu-satunya sarana penyeberangan yang diandalkan masyarakat lokal. Struktur kayu dan bambu yang lapuk tersebut rawan hanyut dan sangat membahayakan keselamatan setiap kali dilewati.

​Kondisi berubah semakin mencekam saat musim penghujan tiba dan debit air sungai mendadak meluap. Arus deras sering kali mengikis tumpuan bambu, membuat warga kerap terisolasi dan tidak berani menyeberang.

​Situasi tersebut tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga melumpuhkan berbagai lini kehidupan, mulai dari anak-anak yang berniat pergi sekolah hingga para petani yang hendak menjual hasil panen ke pasar kecamatan.

Oplus_16908288

​Seorang warga setempat, Ahmad (45), mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas selesainya pembangunan jembatan gantung tersebut. Ia mengenang betapa sulitnya akses transportasi yang harus dihadapi warga sebelum jembatan baru ini dibangun.

​”Dulu kalau hujan deras turun, kami tidak berani menyeberang karena bambunya licin dan air sungai suka meluap tinggi. Anak-anak terpaksa libur sekolah kalau sungainya sedang banjir,” kata Ahmad saat ditemui di lokasi penyeberangan.

​Ahmad menambahkan bahwa keberadaan Jembatan Gantung Perintis Garuda kini memberikan rasa aman penuh bagi masyarakat yang ingin melintas tanpa perlu khawatir akan bahaya luapan air sungai.

​Pembangunan sarana penyeberangan yang kokoh ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian nyata dari jajaran TNI, khususnya para prajurit dari Grup 1 Kopassus yang turun langsung membantu masyarakat.

​Kepala Desa Sindang Mandi membenarkan bahwa keterlibatan jajaran Kopassus menjadi kunci utama terwujudnya jembatan yang sangat diidam-idamkan oleh seluruh warganya tersebut.

​”Hadirnya TNI dari Grup 1 Kopassus sangat membantu kami di desa. Pembangunan jembatan ini adalah solusi nyata atas jeritan warga yang sudah bertahun-tahun merindukan akses jalan yang layak,” ujar Kepala Desa Sindang Mandi.

​Beliau menjelaskan bahwa infrastruktur baru ini tidak hanya mempermudah mobilitas fisik warga, tetapi juga memberikan dorongan besar bagi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan di Desa Sindang Mandi.

​Dengan adanya fasilitas penyeberangan yang aman, biaya dan waktu tempuh angkut hasil pertanian warga kini dapat dipangkas secara signifikan.

​Bagi masyarakat Kampung Bengras, bangunan infrastruktur penyeberangan ini dipandang jauh lebih berharga dari sekadar bentangan baja dan tali pancang. Jembatan tersebut diartikan sebagai penghubung harapan serta masa depan yang lebih baik.

​Akses transportasi yang kini ter buka lebar diyakini mampu menghadirkan berbagai peluang ekonomi baru serta mempermudah masuknya berbagai bantuan maupun layanan publik ke wilayah pedalaman tersebut.

​Seluruh warga Kampung Bengras menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Grup 1 Kopassus beserta seluruh pihak yang telah mencurahkan perhatian hingga jembatan ini berdiri kokoh.

Ade Gunawan