SERANG | DINAMIKABANTEN.ID — Kondisi madrasah swasta yang dikelola oleh masyarakat di Kota Serang saat ini dinilai membutuhkan perhatian ekstra dari berbagai pihak.
Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Serang, Nurhalim, mengungkapkan bahwa sebagian besar madrasah masih menghadapi tantangan berat, terutama terkait minimnya jumlah siswa.
”Kondisi madrasah saat ini, terutama yang dikelola oleh masyarakat, memang perlu perhatian lebih,” kata Nurhalim saat memberikan keterangannya.
Nurhalim menjelaskan bahwa persoalan utama yang dihadapi tidak hanya terbatas pada kuantitas peserta didik, tetapi juga menyentuh aspek tata kelola lembaga.
Sistem manajemen madrasah dinilai masih memerlukan pengawasan serta supervisi yang berkelanjutan agar mampu berkembang sesuai standar pendidikan modern.
Supervisi yang intensif diharapkan mampu mendorong madrasah menjadi lembaga pendidikan yang jauh lebih baik dan memiliki martabat tinggi di mata publik.
Menurut Nurhalim, peningkatan kualitas pengelolaan ini sangat krusial agar masyarakat kembali memiliki tingkat kepercayaan (trust) yang tinggi untuk mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di madrasah.
”Meskipun begitu, kalau dibilang tidak berdaya sih tidak ya, tetapi tetap perlu support yang luar biasa dari semua kalangan,” ujar Nurhalim kepada Dinamikabanten.id di Kota Serang, Rabu 16 September 2026.
Dukungan tersebut, lanjutnya, harus melibatkan sinergi dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran aktif media massa.
Menjaga keberlangsungan madrasah agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat Kota Serang kini menjadi fokus utama pihak Kemenag.
”Masyarakat harus percaya bahwa pembangunan karakter dan budi pekerti yang kuat itu memang ada di madrasah,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa rendahnya minat masyarakat terhadap madrasah disebabkan oleh multifaktor yang saling berkaitan satu sama lain.
Kualitas sarana dan prasarana fisik hingga infrastruktur pendukung belajar dinilai menjadi salah satu faktor penentu yang harus segera dibenahi.
Selain fasilitas, kapasitas dan kualitas tenaga pengajar (guru) juga memerlukan perhatian khusus agar mampu menyajikan pembelajaran yang relevan.
Penerapan kurikulum yang adaptif turut menjadi catatan penting yang perlu dievaluasi guna meningkatkan daya saing madrasah.
Untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut, Nurhalim menekankan perlunya langkah solutif yang melibatkan intervensi dari seluruh pemangku kepentingan.
Dari sisi Kemenag, fokus utama intervensi akan diarahkan pada upaya penataan infrastruktur dan peningkatan kompetensi para guru secara berkelanjutan.
Meski demikian, pengelola madrasah mandiri juga dituntut untuk mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas internal lembaga mereka.
Pengelola madrasah diimbau untuk lebih kreatif dalam membangun citra positif (branding) agar mampu membuktikan layak menjadi pilihan utama masyarakat.
Ade Gunawan






More Stories
33 Peserta Terbaik OMI Kota Serang Resmi Melaju ke Tingkat Provinsi Banten
Prestasi Gemilang, Dua Siswi MTsN 1 Serang Lolos ke Tingkat Provinsi dalam Ajang OMI 2026
BOS Rp1,1 Juta Masih Kurang? MTsN 1 Kota Serang Patok Rp3,5 Juta per Siswa, APH Didesak Turun Tangan