PANDEGLANG | DINAMIKABANTEN.ID — Sebagai daerah yang dikenal religius, Provinsi Banten memiliki tantangan besar untuk terus menjaga sekaligus menanamkan nilai-nilai tersebut kepada seluruh peserta didik sebagai generasi penerus.
Di sisi lain, maraknya aksi kekerasan bahkan kriminal yang dilakukan usia pelajar sudah cukup menjadi alarm pemangku kepentingan untuk bertindak tegas melalui kebijakan dan atau program yang revolusioner.
“Jadi keresahan ini harus kita jawab. Tidak hanya lewat narasi, namun perlu aksi supaya secara bertahap bisa memberi dampak nyata,” kata Dr. Ir Susila, Kepala SMK Negeri 4 Pandeglang, Provinsi Banten, Rabu 15 April 2026.

Dr. Ir. Susila, Kepala SMK Negeri 4 Pandeglang
Sebagai langkah konkret, pihaknya telah mencanangkan Semi Santri Taruna di SMK Negeri 4 Pandeglang. Dimana dalam pelaksanaannya, ia telah menggandeng unsur TNI dan Polri dari berbagai satuan meliputi Rindam III Siliwangi, Grup 1 Kopassus, Yonif 320 Badak Putih Cadasari, Kodim 0601 Pandeglang, Polres Pandeglang, Koramil dan Polsek Bojong.
Susila menjelaskan konsep pendidikan lewat pendekatan taruna diyakini akan mudah terpatri dalam aspek kebiasaan hidup siswa.
“Nilai-nilai dalam kehidupan seperti kedisiplinan, tanggung jawab, akhlakul karimah dan sopan santun, saling tolong menolong sudah menjadi sebuah kultur yang wajib melekat pada seluruh siswa,” ujarnya.
Semi Santri
Lalu bagaimana penerapan dalam semi santri?, pada bagian ini Susila melakukan optimalisasi keberadaan pesantren-pesantren di sekitar sekolah. Caranya, siswa bisa turut andil menimba keilmuan di pesantren dan atau sebaliknya kita mengundang kiyai, ustadz di pesantren untuk menyampaikan tausiah atau kultum di sekolah.
“Jadi skema seperti ini cukup fleksibel, yang penting esensinya bagaimana taruna-taruni di SMK 4 Pandeglang ini mendapat cakrawala keilmuan dari khazanah yang lebih mendalam yakni penguatan keagamaan,” tukasnya.
Soft Launching Jumat Berbagi
Pada bagian lain, Susila menyampaikan bahwa pekan lalu SMK Negeri 4 Pandeglang telah menjadi tempat digelarnya Soft Launching Jum’at Berbagi oleh BAZNAS Provinsi Banten.
Langkah ini, kata Susila menjadi semangat baru dalam upaya menanamkan jiwa kedermawanan sejak dini.
Melalui blow pribadinya, Ketua BAZNAS Banten menyampaikan bahwa peluncuran program “Jum’at Berbagi” di SMKN 4 Pandeglang pada 10 April 2026, BAZNAS Banten berupaya menjadikan lingkungan sekolah sebagai basis penguatan kepedulian sosial melalui instrumen ZIS.
“Kami percaya bahwa pendidikan yang utuh adalah yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kesalehan sosial kolektif,” tulisnya.
Ade Gunawan







More Stories
33 Peserta Terbaik OMI Kota Serang Resmi Melaju ke Tingkat Provinsi Banten
Prestasi Gemilang, Dua Siswi MTsN 1 Serang Lolos ke Tingkat Provinsi dalam Ajang OMI 2026
BOS Rp1,1 Juta Masih Kurang? MTsN 1 Kota Serang Patok Rp3,5 Juta per Siswa, APH Didesak Turun Tangan