SERANG | DINAMIKABANTEN.ID — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang melalui UPTD Pengelolaan Sampah resmi menghadirkan inovasi anyar berbasis Internet of Things (IoT) bernama SISKALAT (Sistem Keamanan Alat Berat). Inovasi teknologi ini diluncurkan guna memperketat sistem keamanan serta memodernisasi tata kelola operasional alat berat yang digunakan dalam aktivitas pengelolaan sampah harian di wilayah Kota Serang.
Pengembangan SISKALAT didasari oleh evaluasi terhadap sistem pengamanan konvensional yang selama ini masih bergantung pada kunci kontak manual dan pengawasan fisik di lapangan. Skema lama tersebut dinilai memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai risiko kerugian, mulai dari potensi penyalahgunaan operasional, aksi pencurian komponen vital, hingga ancaman sabotase terhadap aset-aset berharga milik daerah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, Farach Richi, menyambut positif terobosan teknologi yang digagas oleh jajarannya tersebut. Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap aset negara merupakan prioritas penting untuk menjaga kelancaran pelayanan publik, khususnya dalam penanganan sampah perkotaan yang membutuhkan keandalan armada alat berat.
”Harapan kami, inovasi SISKALAT ini tidak hanya membantu menjaga dan mengamankan aset pemerintah daerah secara maksimal, tetapi juga mampu menjadi contoh konkret penerapan teknologi digital dalam mendukung pelayanan publik yang lebih efisien,” ujar Farach Richi saat memberikan keterangannya mengenai terobosan baru tersebut, Kamis 30 Juli 2026.

Farach menjelaskan lebih lanjut bahwa digitalisasi di tubuh DLH Kota Serang merupakan langkah strategis dalam mendukung mewujudkan Smart Governance. Menurutnya, efisiensi operasional dan transparansi pengawasan aset hanya bisa dicapai secara optimal apabila pengelolaan di lapangan mulai beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi mutakhir secara konsisten.
Secara teknis, inovasi SISKALAT mengintegrasikan berbagai komponen elektronik canggih, seperti mikrokontroler ESP32, ESP32-CAM, sensor pembaca RFID, sensor gerak PIR, magnetic switch, layar OLED, serta fitur pengirim pesan Telegram Bot. Seluruh komponen tersebut dirangkai dalam satu kesatuan sistem terpadu yang mampu melakukan autentikasi identitas operator secara ketat sekaligus memantau kondisi unit alat berat secara real-time.
Penggagas SISKALAT sekaligus perwakilan dari UPTD Pengelolaan Sampah Kota Serang, Yelby Putra Primananda, mengungkapkan bahwa latar belakang pembuatan sistem ini adalah untuk menjawab tantangan pengawasan alat berat secara lebih praktis namun berdaya guna tinggi. Penggunaan teknologi IoT dinilai mampu menutup celah kelemahan pengawasan manual yang sering kali terbatas oleh waktu dan personel.
”SISKALAT kami kembangkan sebagai solusi yang sederhana namun efektif untuk meningkatkan keamanan alat berat di UPTD Pengelolaan Sampah. Dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things, pengawasan tidak lagi hanya mengandalkan petugas di lapangan, tetapi juga didukung sistem yang mampu memberikan notifikasi secara real-time,” ungkap Yelby Putra Primananda.
Yelby kemudian memaparkan skema kerja dari sistem interlock mesin berbasis RFID tersebut. Setiap operator diwajibkan menempelkan kartu identitas RFID terdaftar sebelum dapat menyalakan mesin. Selama proses autentikasi tersebut belum dilakukan, sistem SISKALAT secara otomatis mengunci jalur kelistrikan sehingga mesin alat berat sama sekali tidak akan bisa dihidupkan oleh siapa pun.
Setelah identitas operator berhasil diverifikasi, sistem akan mengaktifkan ‘Mode Operasi’ dan menonaktifkan sementara sensor keamanan kabin agar tidak memicu alarm palsu. Pada saat bersamaan, data identitas operator dan waktu penggunaan unit langsung dikirimkan sebagai notifikasi kepada pengawas melalui Telegram Bot. Begitu pekerjaan usai, operator kembali melakukan autentikasi untuk mengembalikan sistem ke ‘Mode Keamanan’.
Keunggulan lain dari SISKALAT terletak pada fitur perlindungan aktifnya saat berada dalam Mode Keamanan. Apabila terdeteksi adanya pergerakan atau aktivitas mencurigakan di dalam kabin maupun pembukaan kompartemen mesin tanpa autentikasi, sistem akan langsung merespons dengan menyalakan alarm peringatan secara otomatis di lokasi kejadian.
Tidak berhenti di situ, kamera ESP32-CAM yang terpasang akan langsung mengambil foto situasi kabin secara spontan. Foto dokumentasi visual beserta pesan peringatan darurat tersebut kemudian dikirimkan secara instan ke ponsel pengawas melalui aplikasi Telegram, sehingga tindakan pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Tim Redaksi







More Stories
Pemprov Banten Dukung Ekosistem Perumahan Layak dan Terjangkau untuk Masyarakat
UMKM Kembang Mulia Racing Bersama UNJ Rambah Teknologi 3D Printing untuk Produk Aftermarket
Lewat SIPTAPAK, 900 Lebih Pegawai Bapenda Banten Berhasil Jaring Tunggakan Pajak Rp80 Miliar