Dinamika Banten

Sajian Berita Terkini & Terpercaya

Jabat Tangan di Halaman Gedung Negara: Babak Baru Perlindungan Pekerja Banten

Pagi itu, Rabu (10/6/2026), halaman Gedung Negara Provinsi Banten di Kota Serang tampak sedikit berbeda. Di bawah langit Serang, sebuah pertemuan penting berlangsung hangat, menandai transisi kepemimpinan sekaligus meneguhkan kembali komitmen besar: melindungi para pencari nafkah di Tanah Jawara.


Gubernur Banten, Andra Soni, berdiri menyambut dua tamu istimewa. Pertemuan ini menjadi momen emosional sekaligus strategis. Ada jabat tangan pamit yang penuh rasa terima kasih, dan ada jabat tangan erat sebagai simbol dimulainya sinergi baru.
Hari itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten yang baru, Muhyidin, resmi diperkenalkan. Di saat yang sama, Eko Yuyulianda, sosok yang selama ini menakhodai lembaga tersebut di Banten, hadir untuk berpamitan demi mengemban tugas baru di level nasional.

Warisan Dedikasi dan Langkah ke Depan

Bagi Provinsi Banten, jaminan sosial ketenagakerjaan bukan sekadar angka-angka statistik kepesertaan. Ia adalah jaring pengaman bagi ribuan pekerja—mulai dari buruh pabrik di kawasan industri modern, hingga para pekerja informal seperti pedagang pasar dan nelayan di pesisir Banten.
Selama masa kepemimpinannya, Eko Yuyulianda dinilai berhasil merajut kolaborasi yang solid dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, memastikan program perlindungan hadir di saat para pekerja membutuhkannya.

“Saya mengucapkan selamat atas amanat baru yang diemban Eko Yuyulianda sebagai Deputi Pengawasan dan Pemeriksaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Pusat,” ujar Andra Soni, memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi Eko selama ini.

Estafet Sinergi untuk Kesejahteraan

Tongkat estafet perjuangan kini beralih ke tangan Muhyidin. Berbekal pengalaman memimpin BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumatera Bagian Selatan, Muhyidin kini dihadapkan pada tantangan untuk terus memperluas payung perlindungan bagi masyarakat Banten.
Andra Soni menyambut hangat kehadiran Muhyidin. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten tidak akan berjalan sendiri. Komitmen penuh siap diberikan untuk menyokong program-program BPJS Ketenagakerjaan, terutama dalam menyisir pekerja informal yang sering kali belum tersentuh jaminan sosial.
“Saya berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah,” harap Gubernur Banten tersebut.
Pertemuan di halaman Gedung Negara hari itu mungkin telah usai, namun sebuah babak baru baru saja dimulai. Di pundak kepemimpinan yang baru dan lewat komitmen pemerintah daerah, tersimpan harapan besar: memastikan setiap peluh pekerja di Banten terlindungi demi masa depan yang lebih sejahtera.
Laporan: Ade Gunawan