SERANG | DINAMIKABANTEN.ID — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kota Serang telah menyelesaikan evaluasi capaian kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk Semester I tahun anggaran berjalan. Evaluasi tersebut meliputi Indikator Kinerja Utama (IKU), program unggulan, program prioritas, Reformasi Birokrasi (RB) Tematik, Pro-SM, hingga Direktif Presiden.
Kepala Baperida Kota Serang, Hari Pamungkas, mengungkapkan bahwa dari hasil evaluasi IKU pada Semester I, capaian kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menunjukkan tren yang sangat positif. Persentase realisasi kinerja terbukti melampaui realisasi anggaran keuangan.
”Untuk IKU, Semester I itu sudah mencapai 86 persen dari sisi capaian kinerja. Sedangkan realisasi keuangan baru 44 persen. Artinya, secara perbandingan antara keuangan sama kinerja yang dicapai oleh OPD pengampu, capaian kinerjanya relatif lebih besar daripada realisasi keuangannya,” ujar Hari kepada Dinamikabanten.id, Senin 27 Juli 2026 di Serang.
Menurut Hari, ketimpangan positif ini menunjukkan bahwa anggaran yang dikeluarkannya oleh Pemkot Serang digunakan secara efektif dan efisien dalam mencapai target kinerja pembangunan.
Meski demikian, hasil evaluasi Semester I ini menjadi catatan penting sekaligus bahan acuan bagi seluruh OPD dalam melangkah di Semester II, khususnya dalam menjaga akselerasi program strategis serta indikator makro daerah seperti penanganan stunting, pengetasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi (LPE), dan rasio gini.
Soroti Dua Program Unggulan yang Tertinggal
Dari 13 program unggulan Pemkot Serang yang masuk dalam dokumen perencanaan teknokratis RPJMD dan RKPD, Baperida memberikan catatan khusus terhadap dua program yang capaiannya masih di bawah target. Dua program tersebut adalah Serang Cerdas dan Serang Mengaji.
Hari menegaskan, capaian kedua program tersebut saat ini masih berada di bawah angka 50 persen, sehingga memerlukan perhatian ekstra dan kerja keras dari OPD pengampu di paruh kedua tahun ini.
”Kemarin di rapat evaluasi sudah saya sampaikan bahwa ada dua program unggulan yang perlu di-press atau dikejar ketertinggalannya dibandingkan dengan program unggulan lain, yaitu Serang Cerdas dan Serang Mengaji. Capaiannya masih di bawah 50 persen, nah ini tentunya jadi PR berat di Semester II untuk menggenjot dua program itu agar bisa di atas 50 persen dan mencapai target di akhir periode RKPD,” tegasnya.
Ia meminta kepada OPD yang mengampu program Serang Cerdas dan Serang Mengaji untuk segera melakukan akselerasi kinerja agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai tepat waktu, tanpa mengesampingkan prinsip efisiensi dan efektivitas anggaran.
Menjelaskan lebih rinci mengenai tingginya capaian kinerja dibanding anggaran, Hari menerangkan bahwa Baperida mengukur kinerja dari dua tingkat, yakni output pada level sub-kegiatan dan outcome pada level program.
Capaian sub-kegiatan diukur berdasarkan hasil fisik/output pekerjaan, seperti jumlah dokumen yang diselesaikan atau jumlah ruas jalan yang berhasil diperbaiki. Sementara itu, capaian program diukur dari kebermanfaatan (outcome) yang dirasakan oleh masyarakat.
”Contohnya peserta diklat ada 100 orang, nah dari 100 orang ini bisa menularkan kinerjanya ke berapa orang. Kami melihat capaian-capaian outcome tersebut. Dari sisi capaian program, kinerjanya sangat tinggi karena IKU menjadi tolok ukur utamanya,” pungkas Hari.
Penulis/Editor: Ade Gunawan







More Stories
Hari Keenam Pencarian, Gubernur Banten Andra Soni Minta Operasi SAR Dipertimbangkan untuk Diperpanjang
Lindungi Siswa dari Ancaman ISPA Vulkanik, Gubernur Banten Andra Soni Perpanjang PJJ
Pemerintah Provinsi Banten Terapkan PJJ di Seluruh Satuan Pendidikan Selama 3 Hari